Minggu, 01 April 2012

Visualisasi kekuatan pikiran Part 1 - Psycho-cybernetics

Dasar Visualisasi kekuatan pikiran Part 1 - Psycho-cybernetics (bagian dari pengetahuan indera ke 7 (the seventh sense).


Apakah saudara-saudara mengetahui bahwa banyak para tokoh/orang besar, sebelum mereka menjadi besar. Mereka sebelumnya sudah memvisualisasikan diri mereka ke arah tersebut di dalam pikiran mereka. contoh: michael Jordan, dia memvisualisasikan/membayangkan diri dapat melakukan slam dunk dengan sempurna dan secara detail. dia memikirkan bagaimana kaki, tangan, dan bola dapat selaras dan seimbang untuk dapat melakukan slam dunk. Dia memikirkan bagaimana tumpuan kaki yang harus dipakai, putaran tubuh yang seimbang. Variasi Gaya dalam melakukan slam dunk dan lain sebagainya. dia sudah memikirkan semua itu di dalam otaknya sebelum dia dapat melakukan slam dunk.

Contoh Lain: Valentino Rossi, diapun melakukan visualisasi sebelum dia balap motor di sirkuit. Dia sudah memvisualisasikan diri bahwa dia dapat melakukan Manuver sempurna dalam setiap tikungan, Dia menghapalkan setiap tikungan secara detail, dia mengukur derajat tikungan, lebar jalan dan seterusnya. Dia tahu kapan harus meng-gas dan mengerem, takaran gas dan rem yang harus dipakai. intinya dia sudah memvisualisasikan diri sebelum lomba berlangsung.

Contoh-contoh diatas mungkin dapat menginspirasi kita bahwa sebelum melakukan langkah yang nyata, kita harusnya senantiasa memvisualisasikan diri kita disana.
Contoh lain: misal jika anda seorang pelajar yang baru lulus dan akan menempuh pendidikan disebuah universitas/perguruan tinggi. maka visualisasikanlah diri anda dari yang terdekat sampai yang terjauh. diutamakan yang terdekat terlebih dahulu kemudian beranjak ke arah yang jauh. Sama halnya seperti rencana jarak pendek ke arah jangka panjang.

OK, saya akan mulai dengan yang paling mendasar sekali. Pada tahap awal, visualisasikanlah anda berada di universitas tersebut, berkenalan dengan orang-orang baru dan teman teman baru, visualisasikanlah bagaimana cara anda memulai perkenalan dan pembicaraan, mulai dari memasang raut muka, cara jabat tangan, kata-kata yang hendak anda ingin katakan dan lain sebagainya sampai sedetail mungkin.
Pada tahap selanjutnya, jika anda menghadapi seorang dosen, visualisasikanlah sampai sedetail mungkin. mulai dari bagaimana cara anda menyebutkan namanya. nada yang digunakan. pilihan kata-kata yang hendak diucapkan dan lain sebagainya.
Tahap selanjutnya, jika anda ingin membuat janji ketemu dengan dosen. pada saat ingin menelepon, visualisasikanlah diri anda dari mulai menekan nomor sampai akhir pembicaraan.

Kemudian untuk jangka panjang, anda seharusnya sudah mulai memvisualisasikan diri akan rencana anda 2 tahun ke depan sampai 5 tahun ke depan. Visualisasi yang anda lakukan haruslah terarah (ini bukan tentang menghayal). visualisasikan kira-kira dimana anda akan bekerja, target yang ingin dicapai seperti apa,  dan lain sebagainya sedetail mungkin. visualisasi-visualisasi seperti ini akan membantu anda untuk membentuk diri dengan kualitas nomer wahid.

OK... kita pakai contoh lagi biar terlihat nyata, misal anda sudah lulus kuliah dan sesuai dengan yang anda visualisasikan sebelumnya, kemudian  anda melamar di sebuah perusahaan yang anda telah visualisasikan sebelumnya. anda sudah mengetahui dan memvisualisasikan test apa yang akan dilakukan, pertanyaan apa yang akan keluar, interview seperti apa yang akan dijalani, dan anda sudah memvisualisasikan diri anda menjawab semua pertanyaan yang muncul, bagaimana anda berperilaku dihadapan orang yang meng-interview anda dan terus terus terus sampai detail sampai anda memvisualisasikan diri bagaimana cara meraih jabatan di perusahaan tersebut, cara-caranya, dan sampai misal anda menjadi direktur. sewaktu menjadi direktur pun anda tetap harus memvisualisasikan diri bagaimana cara menghadapi bawahan, bertemu dengan rekan bisnis dan seterusnya... terlalu panjang nampaknya... Saya kira cukupkan sampai disini dulu.
Eeiittss.. Tunggu... satu contoh lagi yang tidak kalah penting. Kondisi Berdoa. ini kadang suka diremehkan orang. Sekarang saya fikir orang-orang mulai memvisualisasikan diri dalam berdoa.

Sekarang coba visualisasikan diri anda berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Visualisasikan bagaimana posisi badan anda, tangan anda, pandangan anda, kepala anda dan seluruh bagian tubuh anda di hadapan Tuhan. Visualisasikan bagaimana raut muka anda menghadap Tuhan, Gerakan Tangan, Mata, dan lain sebagainya. Visualisasikan juga bagaimana anda berkata-kata, memilih doa-doa yang baik sambil memuji kebesarannya sampai se-detail mungkin. Jika cara berdoa anda sesuai niscaya Tuhan akan mengabulkan permohonan anda. Amin.

saran:
Mulailah Visualisasi Diri dari yang terdekat terlebih dahulu.
Visualisasi harus terarah dan selaras, serta sejalan dengan dunia nyata yang akan dijalani.
Visualisasi harus bersifat detail. jadi pelan-pelanlah dalam memvisualisasikan Diri.

Kesimpulannya adalah:
visualisasi diri merupakan hal yang penting dalam meraih hal-hal yang anda inginkan.
Visualisasi diri membantu anda membentuk pribadi yang seharusnya dan diinginkan. sementara orang mengandalkan de javu untuk dapat mengalami suatu kejadian dimasa depan, maka kita sudah membentuk masa depan kita sendiri dari masa sekarang.
Visualisasi diri bukanlah menghayal. visualisasi diri adalah mengarahkan diri dalam batas kendali nyata yang akan terjadi dan kira-kira akan kita alami di masa depan.
Visualisasi diri lebih nyata dan berguna daripada apa yang orang banggakan dan disebut "astral projection". (setidaknya menurut saya. beda pendapat boleh khan?).
Visualisasi diri mencakup Emotional Quality, spiritual Quality dan Intelligence Quality. apapun kegiatan yang ingin anda lakukan dan ingin capai dapat dibentuk sedini mungkin sehingga anda tidak akan merasa kaget ketika hal tersebut datang.

Segini dulu yaa...Jika sudah terbiasa maka saya yakin mudah-mudahan kedepannya akan lancar dan terlatih menghadapi berbagai situasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar